Selasa, 26 Mei 2009

LOWONGAN BTN

DIBUTUHKAN SEGERA

PT. Bank Tabungan Negara (persero) membuka kesempatan bergabung memajukan bisnis bagi Anda yang Ulet, Teliti, mandiri, dan Kreatif, untuk mengisi posisi :

  • Sekretaris ( SC )
  • Taksatur Advisor ( TA )
  • Taksatur  Officer ( TO )
1. Persyaratan Administrasi
  SC  : D3 Jurusan Sekretaris atau kehumasan IPK 3.00 (Skala 4.00 )
           WNI, Wanita maksimal 24 Tahun,(belum berulang tahun ke-25 per 1 Juni 2009
  TA   : S1 Semua Jurusan
            WNI,  Pria / Wanita Usia Maksimum 58 tahun
  TO : D3 Semua Jurusan IPK 3.00 ( Skala 4.00 )
           WNI Pria / Wanita usia maksimal 28 tahun
2. Persyaratan Khusus
  SC : Memahami Tugas-tugas dasar sekretaris
           Mampu mengoperasikan Komputer Minimal MS.Word, Excel, Power Point
           Berpenampilan Menarik dan berkepribadian baik
           Belum pernah menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama 2 tahunse
         sejak diterima sebagai pegawai
  TA : Berpengalaman sebagai juru taksir selama 10 tahun
        : Berpengalaman sebagai Trainer pada bidang penaksiran nilai barang gadai
  TO : Berpengalaman sebagai juru taksir minimal 3 tahun
          Mampu melakukan analisa gadai
          Mampu memberikan rekomendasi kelayakan fasilitas gadai
          Teliti dan tertib administrasi
3. Persyaratan lainnya
  a. Berbadan sehat (dibuktikan surat keterangan dari dokter/klinik/RS)
  b. Tinggi dan berat badan Proporsional
  c. Bersedia untuk ditempatkan diseluruh unit kerja Bank BTN di seluruh Indonesia
  d. Tidak memiliki hubungan keluarga ( Ayah/ibu/anak/adik/kakak/kakak orang tua/
      adik orang tua/kemenakan/ipar) dengan pegawai Bank BTN.
   

Kepada pelamar diminta membuat, menandatangani dan membawa langsung surat lamaran pada tanggal 01 s.d 06 Juni 2009 mulai pukul 09.00 s.d 15.00 waktu setempat. Surat lamaran agar dilengkapi dengan :

  1. Data riwayat hidup dan copy KTP/identitas yang masih berlaku serta akta kelahiran.
  2. Foto copy ijasah dengan daftar transkrip nilai yang telah dilegalisir
  3. pas foto berwarna ukuran 4x6(2 lb) dan foto berwarna ukuran 4R terbaru (1 lb)
  4. Surat keterangan sehat dengan data tinggi badan & berat badan dari dokter/klinik/RS/puskesmas
  5. Surat Pernyataan di atas materai 6.000 mengenai status pernikahan (khusus SC) dan kebersediaan penempatan di seluruh unit kerja BTN (SC, TA, TO) serta hubungan keluarga dengan pegawai BTN (SC,TA,TO) sesuai butir 3c dan 3d

Lokasi Tempat penyampaian lamaran dapat dilihat pada website Bank BTN : www.btn.co.id

Sumber : harian kompas 23 Mei 2009

 

INFO KARIR

LOWONGAN MEGA SYARIAH

Dalam Rangka Ekspansi LINI BISNIS JASA KEUANGAN SYARIAH  di Indonesia Bank Mega Syariah memberikan kesempatan kepada Anda yang memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan untuk mengisi posisi :

1. Kepala Cabang Gadai (KCG) & Penaksir Gadai (PG)

    Kualifikasi

  • Memiliki Pengalaman di Industri yang sama dengan jabatan terakhir Minimal Penaksir Madya (diutamakan pernah menjabat sebagai Kepala cabang) untuk posisi KCG
  • Memiliki Pengalaman di Industri yang sama dengan jabatan terakhir minimal Penaksir Muda untuk posisi PG.

2. Marketing Gadai

    Kualifikasi

  • Pria / Wanita yang menyukai pekerjaan dengan target
  • Pengalaman di banking / lembaga keuangan
  • mempunyai kendaraan bermotor, local people

Bersedia ditempatkan di Jabodetabek, Bandung, Garut, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, Makasar, dan sekitarnya.

3. Business Development Head Pension Financing (BDH - Head Office)

    Kualifikasi

  • Memiliki Pengalaman di banking/lembaga keuangan yang menyalurkan pembiayaan pension.
  • Memiliki kemampuan relationship yang baik.
  • diutamakan memiliki relasi dengan perusahaan-perusahaan pengelola dana pensiun.

Lamaran lengkap & CV dikirim : HCM Division-Bank Mega Syariah gedung Smesco Indonesia Lt.14 Jl. gatot Subroto Kav.94 Jak-Sel atau email ke : hr.recruitment@bsmi.co.id (Maks kapasitas 100 MB.  CV dan Lamaran selambat-lambatnya diterima tanggal 3 juni 2009.

Hanya kandidat yang sesuai persyaratan yang akan diproses lebih lanjut. kode posisi dicantumkan di pojok kanan atas.

(sumber: harian Kampas Sabtu 23 Mei 2009 hal 39)

Minggu, 03 Mei 2009

Tips Wirausaha

Assalamu'alaikum
Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.
Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.
Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.


1. Terlalu Banyak Ide - Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya


2. Miskin Keberanian untuk memulai - Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.


3. Telalu Pandai Menganalisis - Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.


4. Ingin Cepat Sukses - Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.


5. Tidak Berani Mimpi Besar - Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.


6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi - Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.


7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai - Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.


8. Maunya Dikerjakan Sendiri - Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.


9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan - Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.


10. Tidak Fokus - Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.


11. Tidak Peduli Konsumen - Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.


12. Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.


13. Tidak Tuntas - Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.


14. Tidak Tahu Pioritas - Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas


15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas - Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,


16. Menacampuradukan Keuangan - Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.


17. Mudah Menyerah - Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.


18.. Melupakan Tuhan - Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.


19. Melupakan Keluarga - Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga


20. Berperilaku Buruk - Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.
Sumber ; Bob Sadino